kalimat diatas akhir-akhir ini sering banget keluar dari mulut teman-teman dekat aku,,
Fuihhh... sapa sih yg ga pingin nikah..(aku pingin banget malah) cuman ga segampang itu kan? beberapa hari yg lalu sempet buka-buka file soal hal yg berbau pernikahan..dan akhirnya dapet tulisan yg menurut aku bagus untuk kita renungkan,apalagi di bulan ramadhan ini.
Janji ALLAH .. Bagi Yang Akan Menikah..
Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.
Berikut ini, agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup.
Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah…
1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)
Lelaki manapun bisa saja berharap:
Semoga calon isteri yang datang padaku adalah perempuan shalihah.
Bila belum shalihah, haruslah dia mengajak, meningkatkan pemahaman agama, terus memperbaiki diri.
Jika belum cerdas, mestilah dia yang mengajar dan belajar dari pasangannya.
Tetapi bukan hanya cantik lahir, batinnya juga harus cantik. Standar cantik ini sifatnya personal..
Jika kita berkaca, mengevaluasi..
Melihat, mencari kelebihan dan kekurangan diri. Niscaya kita akan menemukan berbagai fakta: kita juga punya banyak kekurangan.
Lalu, pantaskan bersibuk ria dengan segala macam kriteria? Sedang diri sendiri mungkin tak bisa memenuhi segala kriteria impian oleh calon pasangan.
Seseorang berharap mendapat perempuan shalihah, namun apakah dia cukup shalih untuk berdampingan dengan perempuan shalihah. Ia ingin perempuan cerdas, tapi apakah ia cukup cerdas untuk mengimbangi kecerdasannya?
Ia ingin perempuan berharta, tapi seberapa banyak harta yang dapat dia berikan, untuk ‘membeli’ sang calon dari ayah-bundanya.
Dan ketika ia ingin perempuan cantik, apakah ia sendiri cukup gagah, Tidakkah keinginan si lelaki terlalu berlebih?
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.
2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)
Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?
3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]
Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah SAW dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.
4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)
5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)
6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.
7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.
8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.
9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)
10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)
Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.
Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?
kunci pernikahan itu keberaniaan dan tanggung jawab…betapapun tingginya cinta kalau takut? betapapun besarnya sayang kalau tak bertanggung jawab?
jika keberanian dan tanggung jawab sudah ada, maka jadilah pernikahan itu
kalau tak ada tanggung jawab dan tak ada keberanian,
sampai ikan berbulu pun rasanya pernikahan tak akan terjadi ..
Wednesday, 17 September 2008
Monday, 1 September 2008
Flower rain
gatel pingin nulis sesuatu diawal bulan september ini,tapi otak ini rasanya buntu tiba2.. tidak bisa berfikir cepat. bukan karena puasa pertama dibulan ramadhan ini tapi mungkin gara-gara kondisi tubuh ku yg kurang fit.initinya masuk angin, migren.
sabtu dan minggu menghabiskan waktu bersama MybeiBs disini,, jln2 keliling bandung cm mengandalkan motor MiwMiw Ku tp peralatan perang untuk kondisi yg tidak diingin kan.hahaha,akhirnya tetep kehujanan.. jaket sidia kena air hujan apalagi helm yg bodohnya ak tidak menyarankan sidia untuk menitipkan helm ditmpat penititpan.so.. pulang hujan-hujan'an dengan kondisi badan sidia yg sedikit batuk.kasian ngeliatnya..batuk2 gak tau kpn berhentinya (pasti kesiksa bgt), sorry beibs.. cm bisa pk kendaraan itu(seadannya yah sayang?)
seneng bgt dia bisa munggahan disini,cuma sedikit kerusak suasana gara-gara sidia kudu balik jam 2.00 pagi bareng bosnya,,padahal ak pingin bgt dia bisa sahur disini.yahh..terpaksa sidia mesti sahur sendirian tanpa di temani ak,dengan lauk seadannya yg ak bungkuskan bw dia. sedih rasanya inget dia cm mkn sendiri..ga cm saat ini tp selama puasa ini.pingin banget nemenin dia sahur
sabtu dan minggu menghabiskan waktu bersama MybeiBs disini,, jln2 keliling bandung cm mengandalkan motor MiwMiw Ku tp peralatan perang untuk kondisi yg tidak diingin kan.hahaha,akhirnya tetep kehujanan.. jaket sidia kena air hujan apalagi helm yg bodohnya ak tidak menyarankan sidia untuk menitipkan helm ditmpat penititpan.so.. pulang hujan-hujan'an dengan kondisi badan sidia yg sedikit batuk.kasian ngeliatnya..batuk2 gak tau kpn berhentinya (pasti kesiksa bgt), sorry beibs.. cm bisa pk kendaraan itu(seadannya yah sayang?)
seneng bgt dia bisa munggahan disini,cuma sedikit kerusak suasana gara-gara sidia kudu balik jam 2.00 pagi bareng bosnya,,padahal ak pingin bgt dia bisa sahur disini.yahh..terpaksa sidia mesti sahur sendirian tanpa di temani ak,dengan lauk seadannya yg ak bungkuskan bw dia. sedih rasanya inget dia cm mkn sendiri..ga cm saat ini tp selama puasa ini.pingin banget nemenin dia sahur
Subscribe to:
Comments (Atom)
